PERTEMUAN 3 KALOR

Sekolah              : SMP WR SUPRATMAN 2 MEDAN
Tahun Pelajaran   : …………….….
Semester            : II (dua)
Kelas                  : VII – SMP/MTs
Mata Pelajaran     : IPA – FISIKA
Materi Ajar          : KALOR – 3
Hari/tanggal         : ………………..
Waktu                 : …………………
Guru                   : Parulian Simorangkir, S.si., S.Pd
 
Perubahan Wujud Zat
Kalor yang diberikan pada benda dapat merubah wujud zat, misalnya es menjadi air dan air menjadi uap air.
GAMBAR 1

Keterangan
Gambar 1(a), es dipanaskan hingga berubah wujud menjadi air. Gambar 1(a), air dipanaskan. Gambar 1(c), air terus dipanaskan hingga volume airnya berkurang. Akibatnya volume air menjadi berkurang dari semula akibat sebagian besar sudah berubah menjadi uap air.
 
Tidak semua zat berubah dari Padat ke cair kemudian uap. Seperti es berubah menjadi air dan dapat berubah menjadi uap air.
 
Ada beberapa zat dapat berubah langsung dari padat menjadi uap. Tidak harus melalui zat cair, beberapa diantaranya :
·         Kapur barus
·         Iodium
·         Naftalena
 
Diagram Perubahan Wujud 

GAMBAR 2

Keterangan
(1)  Melebur
(2)  Menguap
(3)  Menyublim
(4)  Mengembun
(5)  Membeku
(6)  Redeposisi

Keterangan :

Melebur
= perubahan wujud dari padat menjadi cair (memerlukan kalor).
Contoh :
Es dipanaskan menjadi air 
 
Membeku
= perubahan wujud dari cair menjadi padat (melepaskan kalor).
Contoh :
Air menjadi es

Menguap
= perubahan wujud dari cair menjadi gas (memerlukan kalor).
Contoh :
Air mendidih terus dipanaskan hingga menguap

Mengembun
= perubahan wujud dari uap menjadi cair (melepaskan kalor).
Contoh :
Uap air menjadi embun

Menyublim 
= perubahan wujud dari padat menjadi gas atau uap (memerlukan kalor).
Contoh :
Kapur barus menguap

Redeposisi 
= perubahan dari uap/gas menjadi padat (melepaskan kalor)
Contoh :
Turunya salju
 
Proses perubahan wujud zat dapat dihafalkan sebagai berikut :
·         Melepaskan kalor (dingin)
·         Memerlukan kalor (panas)
 
Faktor – faktor yang dapat mempercepat penguapan
 
Penguapan adalah peristiwa perubahan wujud zat dari cair menjadi gas. Zat cait dapat menguap karena beberapa molekulnya bergerak lebih cepat daripada molekul – molekul lainnya. Dalam zat cair, molekul – molekul saling bertabrakkan, dan molekul – molekulnya bergerak lebih cepat. Dan yang dekat dengan permukaan dapat meninggalkan molekul – molekul lainnya untuk membentuk gas.
 
Faktor Percepatan Penguapan
1.    Memanaskan
2.    Memperluas permukaan
3.    Meniupkan udara ke atas permukaan
4.    Menyemburkan zat cair
5.    Mengurangi tekanan pada permukaan
 
Mengembun
Pengembunan adalah proses kebalikan dari penguapan. Uap air atau titik – titik air memasuki daerah dingin akan menghasilkan embun. Perhatikan gambar berikut.

GAMBAR 3
Secangkir air putih yang ditambahkan beberapa potong es. Ngak lama dinding luar gelas akan basah akibat pengembunan.  

GAMBAR 4

Uap air dari permukaan laut naik ke atas. Ketika memasuki daerah yang lebih dingin berubah menjadi titik – titik air yang terperangkap di dalam awan. Dan banyak lagi fenomena alam lain yang menunjukkan peristiwa pengembunan.
 
Lemari Es
Untuk menguap, zat cair memerlukan kalor. Jika tidak diberi kalor melalui pemanasan, zat cair mengambil kalor dari bahan sekitarnya sehingga bahan mengalami pendinginan (atau suhunya turun). Proses pendinginan yang disebabkan oleh penguapan, seperti yang dialami oleh jari yang dicelupkan ke dalam alkohol, dimanfaatkan dalam lemari es.
 
Freon digunakan sebagai zat cair yang menguap di dalam lemari es. Freon dipompa mengitari suatu rangkaian pipa dan pada sebagian pipa – pipa tersebut freon berwujud cair dan pada sebagian pipa – pipa lainnya freon berwujud gas.

KOLEKSI PAPAN TULIS 

 

 

GAMBAR PAPAN TULIS 1
Gambar Papan Tulis 1. 

Gambar Papan Tulis 2 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar dengan Bijak sesuai dengan semangat kemajuan yang membangun Blog ini dan Jangan keluar dari topik