MATERI AJAR SMA : INDUKSI MAGENTIK – 1

SMA WR SUPRATMAN 2 MEDAN

 

Tahun Pelajaran       : …………………

Semester                 : ………………....

Kelas                        : XII – IPA

Materi Ajar               : INDUKSI MAGENTIK – 1  

Hari / tanggal            : …………………

Waktu                       : …………………

Guru                         : Parulian Simorangkir, S.si., S.Pd

 

Induksi Magnetik

 

1.   Kawat Lurus Berarus Listrik

1.1.  Kawat Lurus Panjang tak Berhingga ( L = )



gambar 1


Ambil elemen dl pada penghantar lurus dan suatu titik P yang berjarak r dari elemen dl. Sudut apit antara arah arus melalui elemen dl (ke atas) dan garis hubung elemen dl ke titik P adalah ∠PQS, dengan ∠PQS = 1800 - ⍺.

Maka besar induksi magnetik di titik P :


gambar 2


Karena sin (1800 - ⍺) = sin ⍺


gambar 3


Kita ambil θ sebagai variabel integrasi dan dθ sebagai elemen integrasi. Dengan demikian, kita harus menyatakan dalam θ, dl dan dθ, dan r dalam θ.

 

Tinjau segitiga siku – siku POQ

ó + θ = 900

ó       = 900 – θ

ó sin = sin (900 – θ)

ó sin = cos θ

 

Hubungan dl dengan dθ kita peroleh dari perbandingan sinus pada segitiga siku – siku PQR.


gambar 4


QR = r dan sin dθ = dθ karena sudut dθ sangat kecil (dB ≈ 00).


gambar 5


Tinjau segitiga siku – siku QRS,


gambar 6


Karena QS = dl dan QR = r dθ

Sin (900 – θ) = cos θ sehingga persamaan (4) menjadi.


gambar 6


Tinjau segitiga siku – siku POQ,


gambar 7


Maka persamaan (1) menjadi,


gambar 8


Kedua sisi kita integralkan, maka :


gambar 8


NB:

Persamaan (8) hanya berlaku jika kawat lurusnya sangat panjang.

 

 

 

1.2.  Kawat Lurus Panjang Tertentu (L)


gambar 9



Ingat, batas bawah θ1 selalau lebih kecil dari batas atas θ2. Pada gambar 2, ditunjukkan bahwa sudut θ1 dan θ2 dihitung terhadap garis acuan PO. Analogi dengan defenisi perputaran sudut dalam trigonometri, sudut θ1 bernilai negatip karena perputaran sudutnya searah dengan jarum jam. Sudut θ2 bernilai positip karena perputaran sudutnya berlawanan dengan arah jarum jam.

Bila kawat sangat panjang, terlihat θ1 mendekati – 9001 = – 900) dan θ2 mendekati + 9002 = + 900).


gambar 10

Karena sin (– 900) = – sin (900)


gambar 11

Karena sin 900 = 1


gambar 12

Keterangan :

gambar 13


NB :

Persamaan (10) berlaku untuk kawat lurus berarus yang panjangnya terbatas.


Contoh : 1

Tentukan besar induksi magnetik pada jarak 5 cm dari pusat sebuah kawat lurus berarus listrik 30 A.

 

Pembahasan :

 

Diketahui,

Jarak, a = 5 cm = 5.10 – 2 meter

Kuat arus, I = 30 A

 

Ditanya,

Kuat medan magnetik, B = … ?

 

Jawab,


gambar 14


Contoh : 2

Induksi magnetik di suatu titik antara dua kawat lurus.


gambar 15

Pada gambar di atas, menunjukkan dua kawat lurus panjang dan sejajar. Kedua kawat itu dialiri arus 3A dengan arah saling berlawanan. Tentukan besar induksi magnetik di titik P.

 

Pembahasan :


gambar 16


Diketahui,

Kuat arus i1 = i2 = 3A

Jarak P ke kawat 1, a1 = 0,5 – 0,4 = 0,1 m

Jarak P ke kawat 2, a2 = 0,4 m

 

Ditanya,

Kuat induksi magnetik di titik P, BP = …?

 

Jawab,

 

Kita tinjau kawat 1,


gambar 17


Arahkan ibu jari ke atas (sebagai arah arus) dan keempat jari lainnya menunjukkan medan magnetik. Dan arah B1 berlawanan dengan arah jarum jam.

 

Kita tinjau kawat 2,


gambar 18


Arah B2 serah dengan arah jarum jam.

 

ó BP = B1 + B2

ó BP = (6,0.10 – 7 wb/m2) + (1,5.10 – 7 wb/m2)

ó BP = 7,5 . 10 – 7 wb/m2.

 

Catatan :

Jika kedua kawat dialiri arus listrik dengan arah yang sama, maka kuat induksi magnetik BP menjadi.

ó BP = ( B1 ) + (– B2)

ó BP = (– B1) + ( B2 )

 

Contoh :

Perhatikan gambar di bawah ini,


gambar 19


Segitiga sama sisi ABC memiliki panjang sisi 10 cm. Dua kawat lurus sejajar masing – masing dialiri arus listrik melalui titik A dan titik B seperti dilukiskan gambar di atas. (tanda cross menyatakan arah arus masuk bidang). Tentukan besar induksi magnetik di titik C.

 

Pembahasan :

 

Diketahui,

Segitiga ABC segitiga sama sisi

AB = BC = AC = 10 cm = 0,1 m

Sudut θ = 600.

Kawat, i1 = 20 A

Kawat, i2 = 10 A

 

Ditanya,

Kuat induksi magnetik di titik C, BC = … ?

 

Jawab,

Tentukan arah B1 dan B2 dengan kaidah tangan kanan pertama. Arahkan ibu jari sesuai dengan arah arus i1 (masuk bidang). Kita dapatkan arah putaran keempat jari lainnya adalah searah jarum jam dan terletak pada bidang kertas. Arah B1 di titik C adalah tegak lurus pada AC seperti gambar berikut.


gambar 20

Dengan cara yang sama, B2 di titik C adalah tegak lurus pada BC.

 

Kawat A,


gambar 21


Kawat B,


gambar 22


Maka kuat induksi magnetik pada titik C merupakan resultan B1 dan B2.

gambar 23


2.   Kawat Melingkar Berarus Listrik

Sekarang kita akan menurunkan besar induksi magnetik di pusat kawat melingkar berarus dengan persamaan Biot – Savart.


gambar 24

Ambil elemen dl pada titik Q pada kawat melingkar. Arah arus melalui elemen dl menyinggung lingkaran pada titik Q

 

Kuat induksi magnetik di titik P, BP :

 

Di titik P, yang terletak pada poros penghantar sejauh x dari pusat lingkaran O. Jari – jari kawat melingkar adalah a, sudut apit θ antara arag arus melalui elemen dl dan garis hubung elemen dl ke titik P, yaitu garis PQ adalah 900.


gambar 25


Arah vektor dB yang ditimbulkan oleh arus melalui elemen dl ditunjukkan pada gambar di atas.

 

Tampak bahwa komponen vektor dB.cos saling meniadakan. Sehingga komponen vektor dB. sin saling menguatkan.


gambar 26


Kedua ruas kiri dan kanan sama – sama kita integralkan.


gambar 27


Sehingga kuat induksi medan magnetik pada titik P.


gambar 28


Karena keliling lingkaran sama dengan l = 2πa dan k = (μ0)/4π.


gambar 29
 

Kuat induksi magnetik pada pusat lingkaran. Apabila titik P terletak di pusat lingkaran, = 900 dan r = a. Sehingga besar induksi magnetik di titik pusat lingkaran.


gambar 30
 

Persamaan (12) untuk kawat melingkar pada titik pusat lingkaran. Dan berlaku untuk satu lilitan saja, tetapi untuk banyak lilitan N.


gambar 31

Keterangan :

gambar 32



Contoh :

Induksi magnetik di pusat kawat melingkar berarus listrik 7,5 A dan terdiri atas 4 lilitan adalah 2π x 10 – 5 T. Berapa centimeter jari – jari kawat tersebut.

 

Pembahasan :

 

Diketahui,

Induksi magnetik, BP = 2π x 10 – 5 Tesla

Kuat arus, I = 7,5 A

Banyak lilitan, N = 4 lilitan

Ditanya,

Jari – jari lingkaran, a = … ?

 

Jawab,


gambar 33

 

Contoh

Perhatikan gambar di bawah ini,


gambar 34


Induksi magnetik di titik pusat P kawat berarus listrik yang melingkar 2700. Dan jika kuat arus yang mengalir 40 A.

 

Pembahasan :

 

Titik P terletak pada perpanjangan kawat lurus, maka kedua kawat lurus berarus tidak menghasilkan medan magnetik di P.

 

Maka banyak lilitan, N :


gambar 35


Sehingga kuat induksi magnetik di titik P :


gambar 36


Sementara untuk arah induksi magnetik, berlawanan dengan arah jarum jam. Oleh karena itu, kita ambil arah putaran keempat jari sebagai arah medan magnetik dan arah ibu jari sebagai arah arus. Keluar bidang kertas dan menuju pembaca.

 

Contoh :

Seutas kawat sangat panjang dibuat melengkung seperti gambar di bawah ini.


gambar 37

Pada titik C kawat tidak bersinggungan (tidak bersentuhan). Kawat diberi arus i. Hitunglah besar induksi magnetik di titik P dan tentukan arahnya.

 

Pembahasan :

 

Kita anggap induksi magnetik di titik P dihasilkan oleh dua kawat. Induksi magnetik yang pertama kawat lurus dan yang kedua kawat melingkar.

 

Kawat lurus, B1 :


gambar 38


Kawat lurus, B2 :


gambar 39


Karena arah B1 dan B2 sama searah masuk bidang kertas. Maka induksi magnetik di titik P dari kedua kawat kita jumlahkan saja.

gambar 40


 

 

3.   Latihan Mandiri

 

Soal : 1

Seutas kawat melingkar dengan jari – jari 20 cm, terdiri atas 5 lilitan dan dialiri arus 25A. Berapa besar induksi magnetik di pusatnya.

 

Soal : 2

Sebuah kumparan melingkar berdiameter 40 cm terdiri atas 50 lilitan kawat. Besar induksi magnetik di pusat kumparan 2,5 x 10 – 3 wb/m2. Tentukan arus yang mengalir kumparan itu. (π = 3,14)

 

Soal : 3

Perhatikan gambar di bawah ini,

gambar 41

Suatu segmen kawat dengan panjang total 4r dilengkungkan sehingga berbentuk seperti pada gambar di atas. Pada kawat mengalir arus 6A. Jika r = 2π cm, hitung induksi magnetik di titik P.

 

Soal : 4

Perhatikan gambar di bawah ini,

gambar 42

Dua buah setengah busur lingkaran sepusat, jari – jari a = 5 cm dan b = 8 cm. Keduanya dialiri arus I = 16 A seperti gambar di atas. Hitung induksi magnetik di pusatnya di titik P.   

 

Soal : 5

Segitiga ABC sama sisi dengan panjang sisinya 10 cm. Dua kawat lurus sejajar masing – masing dialiri arus listrik melalui titik A dan B seperti gambar berikut.

gambar 43

Arus pada kawat A masuk bidang (tanda cross) dan arus pada kawat B keluar bidang (tanda dot). Berapa besar induksi magnetik di titik C.

 

Soal : 6

Dua kawat lurus sejajar terpisah pada jarak 20 cm dan setiap kawat berarus 15 A. Sebuah titik A sebidang dengan kawat – kawat tersebut, berada 4 cm jauhnya dari salah satu kawat, dan 16 cm dari kawat lainnya. Tentukan induksi magnetiknya di titik A. Jika arus dalam kawat – kawat itu :

a)   Searah

b)  Berlawanan

 

Soal : 7

Dua penghantar sejajar sejajar mengalirkan arus dengan arah yang berlawanan seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

gambar 44

Satu penghantar mengalirkan arus 10 A. Titik A ada di tengah – tengah antara kedua kawat dan titik C berjarak d/2 di kanan penghantar yang berarus 10 A. Jika d = 20 cm dan i diatur sedemikian sehingga induksi magnetik di C adalah nol. Tentukan :

(a)    Nilai kuat arus i

(b)    Nilai induksi magnetik di titik A

 

Soal : 8

Seutas kawat panjang lurus dialiri arus 2A. Berapa centimeter jarak dari kawat ke suatu titik yang mengalami medan magnetik bumi sebesar 5 x 10 – 5 T. Akibat arus yang melalui kawat tersebut.

 

Soal : 9

Induksi magnetik pada titik yang berjarak 70 cm dari suatu kawat lurus yang panjang adalah 5 x 10 – 6 wb/m2. Berapa kuat arus yang mengalir melalui kawat tersebut.

 

Soal : 10

Tentukan besar induksi pada jarak 15 cm dari pusat sebuah penghantar lurus berarus 45 A.

 

 
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Ajar Bunyi kelas Fisika VIII SMP

RANGKAIAN LISTRIK – 1

ULANGAN HARIAN 2 DAN PEMBAHASAN