RANGKUMAN BUNYI UNTUK KELAS VIII SMP/MTs
SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA (SMP)
Tahun
Pelajaran : ………………………
Semester : ………………………
Mata
Pelajaran : IPA – Fisika
Kelas : VIII – SMP/MTs
Materi
Ajar : Bunyi
Hari/tanggal : ……………………….
Waktu : ……………………….
Guru : Parulian
Simorangkir, S.si., S.Pd
Daftar Isi :
1.
Defenisi
Bunyi
2.
Bentuk
Gelombang Bunyi
3.
Cepat
Rambat Bunyi
4.
Hubungan
Suhu Dengan Cepat Rambat Bunyi.
5.
Klasifikasi
Bunyi
6.
Manfaat
Bunyi Ultrasonik
7.
Bunyi
Dihasilkan Sumber Bunyi
8.
Hukum
Marsene
9.
Resonansi
10.
Pemantulan
Bunyi
11.
Macam
– Macam Pemantulan Bunyi
12.
Latihan
Mandiri
RANGKUMAN BUNYI
1. Defenisi
Bunyi
Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang getarannya dirambatkan melalui suatu medium zat padat, cair, atau gas. Dalam bentuk gelombang rapatan dan regangan.
Bunyi merambat sesuai dengan bentuk gelombang longitudinal.
Bunyi dapat timbul, jika ada benda yang bergetar dan menyebabkan partikel udara di sekitar benda ikut bergetar. Seperti garputala, tatakala garputala bergetar, partikel udara di sekitarnya juga ikut bergetar.
Pada
beberapa tempat, molekul – moleklul udara didorong sehingga lebih berdekatan
pada tekanan yang lebih tinggi (rapatan). Sebaliknya, di beberapa tempat
lainnya saling menjauh pada tekanan lebih rendah (reganggan).
Untuk
merambat, bunyi memerlukan zat antara atau lebih sering disebut medium seperti
zat padat, zat cair dan udara/gas. Bunyi tidak dapat merambat pada ruang vakum
atau hampa udara.
Syarat
terjadi dan terdengarnya bunyi :
(1) Ada sumber bunyi (benda bergetar)
(2) Ada medium (media perambatan)
(3) Ada penerima (ada pendengar yang mampu
dijangkau sumber bunyi)
2. Bentuk
Bunyi
Untuk memudahkan pembelajaran bunyi, kita modelkan gelombang bunyi dengan bentuk gelombang transversal.
Cepat
rambat (v) :
v = f. λ
dimana
:
ó v = cepat rambat gelombang (m/s)
ó f = frekuensi gelombang (Hz)
ó λ
= panjang gelombang (m)
Contoh :
Sebuah
alat musik menghasilkan getaran yang berfrekuensi 4,4 kHz. Jika cepat rambat
bunyi di udara 330 m/s. Berapakah panjang gelombang bunyi tersebut di udara.
Pembahasan :
Diketahui,
Cepat
rambat bunyi, v = 330 m/s
Frekuensi,
f = 4,4 kHz = 4400 Hz
Ditanya,
Panjang
gelombang, λ = … ?
Jawab,
ó v = f.λ
ó 330 = 4400. Λ
ó λ
= 0,075 m
ó λ
= 7,5 cm
3. Cepat
Rambat Bunyi
Hasil bagi jarak antara sumber bunyi dan pendengar dengan selang waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat.
Dimana
ó v = cepat rambat bunyi (m/s)
ó s = jarak sumber dengan pendengar (m)
ó t = waktu rambatan (det)
Contoh :
Sebuah
roket berjarak 1,6 km dari seorang penjaga pantai. Jika cepat rambat bunyi di
udara 320 m/s. Berapa lama sejak penjaga pantai tersebut melihat roket terbakar
dan akan mendengar bunyi ledakan.
Pembahasan :
Diketahui,
Jarak
sumber bunyi, s = 1,6 km = 1600 m
Cepat
rambat bunyi, v = 320 m/s
Ditanya,
Waktu
bunyi didengarkan, t = … ?
Jawab,
4. Hubungan
Suhu Dengan Cepat Rambat Bunyi
Makin
tinggi suhu udara maka makin cepat rambat bunyi atau makin rendah suhu udara
maka makin kecil cepat rambat bunyi.
Vt = V0
+ 0,6△t
Keterangan
:
Vt
= cepat rambat bunyi setelah suhu berubah
(m/s)
V0
= cepat rambat bunyi sebelum suhu berubah (m/s)
△t
= kenaikan suhu (0C)
0,6
= faktor pengali
Contoh :
Pada
suhu 15 0C tercatat cepat rambat bunyi 340 m/s. Hitunglah cepat
rambat bunyi pada saat suhu 25 0C.
Pembahasan :
Diketahui,
Cepat
rambat bunyi di awal, V0 = 340 m/s
Suhu
awal, t0 = 15 0C
Suhu
akhir, tt = 25 0C
Ditanya,
Cepat
rambat bunyi saat suhu naik, Vt = … ?
Jawab,
ó Vt = V0 + 0,6 △t
ó Vt = 340 + 0,6(25 – 15) 0C
ó Vt = 346 m/s
Cepat
rambat bunyi lebih cepat pada zat padat disebabkan oleh jarak antarpartikel
(antar atom atau antar molekul) dalam ketiga wujud zat.
Dalam
padatan, jarak antar partikelnya sangat berdekatan sehingga energi yang dibawa
oleh getaran mudah dipindahkan dari satu partikel ke partikel lainnya tanpa
partikel itu berpindah. Itulah sebabnya cepat rambat bunyi dalam padatan paling
besar. Sebaliknya dalam gas, jarak antar partikelnya berjauhan sehingga energi
yang dibawa oleh getaran lebih sukar dipindahkan dari satu partikel ke partikel
gas lainnya. Akibatnya cepat rambat bunyi dalam gas paling kecil.
5. Klasifikasi
Bunyi
Berdasarkan
frekuensi bunyi, maka bunyi dapat dikelompokkan menjadi 3, antara lain.
a.
Infrasonik
Kurang
dari 20 Hz (f < 20 Hz)
Contoh
: kelelawar
b.
Audio
sonik
Frekuensinya
antara 20 Hz – 20 kHz
Contoh
: manusia
c.
Ultra
sonik
Frekuensinya
lebih besar dari 20 kHz (f > 20 kHz)
Contoh
: mesin jet.
6. Manfaat
Bunyi Ultrasonik
a.
Kacamata
Tunanetra
Prinsip
kerja kaca mata tuna netra menggunakan pengiriman dan penerimaan pada
kelelawar.
b.
Mengukur
kedalaman laut
Menggunakan pulsa ultrasonik dipancarkan oleh instrumen yang dinamakan Fathometer.
Keterangan
ó d = kedalaman laut (m)
ó v = cepat rambat bunyi (m/s)
ó t = waktu bunyi (s)
Contoh :
Selang
waktu pulsa ultrasonik dipancarkan sampai diterima kembali adalah 0,6 detik.
Jika cepat rambat bunyi dalam air 1500 m/s. Maka kedalaman laut di bawah kapal.
Pembahasan :
Diketahui,
Cepat
rambat bunyi, v = 1500 m/s
Waktu,
t = 0,6 detik
Ditanya,
Kedalaman
laut, d = … ?
Jawab,
c.
Dalam
bidang kedokteraan
untuk pulsa – pulsa ultrasonik dipantulkan jaringan – jaringan, tulang – tulang, dan cairan tubuh dengan massa jenis berbeda dikenal dengan USG (ultra sonografi).
7. Bunyi
Dihasilkan Sumber Bunyi
a.
Tinggi
rendah bunyi bergantung pada frekuensi. Dan frekuensi bergantung pada :
(1) Panjang Kawat
Semakin
panjang kawat maka semakin tinggi nada dan semakin pendek kawat maka frekuensi
makin rendah.
(2) Panjang Kolom Udara
Frekuensi
makin tinggi jika makin panjang kolom udara. Dan jika kolom udara makin pendek
maka frekuensi makin rendah.
b.
Kuat
rendah bunyi
Kuat
bunyi bergantung pada amplitudo. Makin kuat atau keras bunyi maka makin besar
amplitudo. Dan makin lemah bunyi maka makin kecil amplitudo.
c.
Warna
bunyi (Timbre)
d.
Nada
dan Desah
Nada
merupakan bunyi yang teratur
Desah
merupakan bunyi yang tidak teratur
e. Tangga nada
Perbandingan
interval nada
ó d : c = 27 : 24 = 9 : 8 → (sekunde)
ó e : c = 30 : 24 = 5 : 4 → (terts)
ó f : c
= 32 : 24 = 4 : 3 → (kuart)
ó g : c = 36 : 24 = 3 : 2 → (kuint)
ó a : c = 40 : 24 = 5 : 3 → (sext)
ó b : c = 45 : 24 = 15 : 8 → (septime)
ó c1 : c = 48 : 24 = 2 : 1 →
(oktaf)
Contoh :
Hitunglah
frekuensi nada – nada
(i)
Nada
c
(ii)
Nada
d
(iii)
Nada
g
Jika frekuensi nada a sama dengan 440 Hz
(fa = 440 Hz).
Pembahasan
:
Bagian (i) frekuensi nada c
ó c : a = fc : fa
ó 24 : 40 = fc : 440
ó fc = 3/5 x 440
ó fc = 264 Hz
Bagian (ii) frekuensi nada d
ó d : a = fd : fa
ó 27 : 40 = fd : 440
ó fd = 27/40 x 440
ó fd = 297 Hz
Bagian (iii) frekuensi nada g
ó g : a = fg : fa
ó 36 : 40 = fg : 440
ó fg = 9/10 x 440
ó fg = 396 Hz
8. Hukum Marsene
Keterangan
:
ó fn = frekuensi dawai (Hz)
ó L = panjang dawai (m)
ó F = berat beban (N)
ó μ = massa tiap panjang kawat (kg/m)
Arti
fisis rumus frekuensi,
·
Frekuensi
berbanding terbalik dengan panjang senar (kawat).
·
Frekuensi
berbanding lurus dengan akar kuadrat dari gaya (f ∿ √F)
9. Resonansi
Ikut bergetarnya suatu benda ketika benda lain didekatnya sedang bergetar. Dan syaratnya, frekuensi benda yang bergetar sama dengan frekuensi alami benda yang ikut bergetar.
10. Pemantulan
Bunyi
Hukum
Pemantulan Bunyi
(1) Bunyi datang, garis normal, bunyi pantul
terletak pada satu bidang dan berpotongan pada satu titik.
(2) Sudut pantul sama dengan sudut datang
Manfaat
bunyi
·
menentukan
cepat rambat bunyi di udara
·
melakukan
survei geofisika
·
mendeteksi
cacat dan retak pada logam
·
mengukur
ketebalan pelat logam
11. Macam
– macam bunyi pantul
(1) Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli.
(2) Gaung atau Kerdam
Bunyi
pantul yang sebagian bersamaan dengan bunyi aslinya sehingga bunyi aslinya
menjadi tidak jelas.
Contoh
Bunyi
asli : Mer – de – ka
Bunyi
pantul : – mer – de – ka
Terdengar
: mer … – … ka
(3) Gema
Bunyi
pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai diucapkan.
12. Latihan
Mandiri
Uraian
Soal : 1
Sebuah
sumber bunyi mempunyai frekuensi 320 Hz dengan panjang gelombang 8,0 meter.
Berapa cepat rambat gelombang bunyi.
Soal : 2
Sebuah
sumber bunyi memiliki panjang gelombang 1,4 meter. Jika cepat rambat bunyi di
udara 350 m/s. Berapakah frekuensi yang dipancarkan oleh sumber bunyi tersebut.
Soal : 3
Jika
selang waktu antara terlihatnya kilat dan terdengarnya guntur 5 sekon. Berapa
jauh dari pengamat tempat kilat itu terjadi. Jika cepat rambat bunyi di udara
330 m/s dan cepat rambat cahaya 3 x 108 m/s.
Soal : 4
Suatu
ledakan di kota Bandung terdengar oleh penduduk di kota Cimahi satu menit
kemudian. Jika jarak kota Bandung – Cimahi 20 km. Hitunglah cepat rambat bunyi
di udara saat itu.
Soal : 5
Berapa
frekuensi nada yang lebih tinggi, jika perbandingannya dengan nada yang
memiliki frekuensi 240 Hz membentuk interval nada :
(a) Oktaf
(b) Kuint
(c) Kuart
(d) Terts
Soal : 6
Sebuah
nada memiliki frekuensi 297 Hz. Hitunglah frekuensi nada yang sama, tetapi :
(a) Satu oktaf lebih tinggi
(b) Dua oktaf lebih rendah
Komentar
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar dengan Bijak sesuai dengan semangat kemajuan yang membangun Blog ini dan Jangan keluar dari topik